Pelacakan paket kiriman menjadi fitur penting yang dibutuhkan pelanggan saat mengirim barang atau berbelanja online. Fitur seperti ini bisa kamu temukan saat menggunakan berbagai jasa ekspedisi di Indonesia, termasuk PT Pos. Mereka memiliki fasilitas check resi Pos yang berguna memberi informasi terkait status kiriman paket.

Meski begitu, kamu tidak bisa serta-merta tahu kondisi paket hanya berbekal fasilitas cek no resi Pos Indonesia. Saat menggunakan fitur pelacakan resi paket, kamu bakal menemukan bahwa PT Pos Indonesia menggunakan beberapa istilah yang bakal cukup asing bagi masyarakat awam. Tanpa pengetahuan yang benar, kamu tidak akan mengerti maksud serta arti dari setiap status pengiriman paket Pos.

Arti Status Pengiriman saat Cek Paket Pos Indonesia

Seperti halnya cara pelacakan paket di ekspedisi lain, kamu bisa mengetahui status kiriman Pos Indonesia dengan menggunakan nomor resi. Cara check resi Pos dapat kamu lakukan melalui website resmi PT Pos Indonesia atau menggunakan aplikasi resmi Pos, yaitu QPosin Aja. Setelah itu, kamu dapat memperoleh informasi status paket kiriman.

Lalu, apa arti serta maksud dari setiap status pengiriman tersebut? Saat menggunakan layanan ekspedisi Pos Indonesia, secara umum kamu bakal menjumpai 7 status, yakni:

● Posting loket : Status ini digunakan untuk menginformasikan bahwa paket sudah diterima oleh petugas loket dan proses pengiriman akan segera dilaksanakan.

● Manifest terima : Status manifest terima mengindikasikan bahwa Pos sudah mulai memproses paket untuk segera dikirim.

● Manifest serah : Pada situasi ini, petugas Pos sudah meneruskan atau dalam proses mengantarkan paket ke kantor cabang di kota tujuan.

● Proses antar : Status proses antar memberi informasi bahwa paket kiriman sudah di tangan kurir dan akan diserahkan kepada penerima.

● Selesai antar : Proses pengantaran paket berhasil dan barang telah diterima.

● Antar gagal : Status antar gagal digunakan PT Pos Indonesia untuk menginformasikan bahwa kurir tidak bisa menyelesaikan pengiriman.

● Antar ulang : Status antar ulang merupakan kelanjutan dari status antar gagal. Status ini memberi informasi kalau paket yang gagal dikirim akan diantar ulang esok harinya.

Selain status tersebut, kamu juga akan menemukan penggunaan beberapa status penerimaan oleh PT Pos Indonesia, di antaranya:

● Diri sendiri : Paket diterima oleh orang yang namanya tertera sebagai penerima paket.

● Sekretaris/Receptionist : Penerimaan paket dilakukan oleh petugas resepsionis atau sekretaris yang bekerja di alamat tujuan.

● Orang Serumah : Penerimaan paket dari petugas dilakukan oleh orang yang tinggal satu rumah dengan penerima.

● Yang Diberi Kuasa : Kiriman barang sudah diterima oleh orang yang sudah memperoleh kuasa dari penerima.

Seperti halnya saat penerimaan, kamu juga bisa mengetahui penyebab kegagalan status pengiriman oleh petugas saat melakukan checkresi Pos. Beberapa status yang bakal muncul ketika terjadi kegagalan pengiriman antara lain adalah:

● Alamat Tidak Jelas : Status ini menunjukkan bahwa pengirim paket menuliskan alamat tujuan yang tidak jelas atau kurang lengkap. Akibatnya, kurir mengalami kesulitan saat melakukan pengiriman.

● Penerima Tidak Dikenal : Kurir Pos sudah melakukan pengantaran sesuai alamat. Namun, kurir tidak menemukan penerima dengan identitas sesuai dengan data yang tertera di paket.

● Pindah Alamat : Pengantaran sudah dilakukan oleh kurir sesuai alamat tujuan. Namun, penerima paket ternyata sudah berpindah domisili.

● Rumah kosong : Kurir telah melakukan pengiriman barang ke alamat tujuan. Hanya saja, saat melakukan pengiriman kurir menemukan bahwa rumah dalam kondisi kosong dan tidak ada orang yang dijumpai.

Dengan penjabaran informasi yang cukup jelas tersebut, kamu bisa mengetahui secara gamblang status paket kiriman. Informasi ini tak hanya bermanfaat bagi pembeli, tetapi juga untuk penjual. Apalagi, saat ini juga sudah ada Resi.id yang memungkinkan kamu cek no resi Pos sekaligus dalam satu layar. Praktis dan memberi kemudahan.